|
JADWAL SHOLAT Subuh 04:40:55 WIB | Dzuhur 11:59:10 WIB | Ashar 15:19:22 WIB | Magrib 17:52:17 WIB | Isya 19:04:59 WIB

Konsultan politik Inggris klaim pengaruhi reformasi 1998 di Indonesia

Reporter: Pandasurya Wijaya | Red IT: Firman Wage Prasetyo | Sabtu, 31/03/2018 | 16:53 WIB
Getty Images ©2018 GetarMerdeka.com - reformasi 1998. ©Reuters/Darren Whiteside
Jakarta, GetarMerdeka.com - Perusahaan konsultan politik asal Inggris, SCL Group, mengklaim terlibat dalam proses reformasi 1998 di Indonesia yang menumbangkan rezim Suharto.
SCL Group, perusahaan induk Cambridge Analytica, mengatakan mereka datang ke Indonesia atas permintaan kelompok pro demokrasi di Tanah Air untuk membantu reformasi politik dan demokratisasi di Indonesia. Informasi itu terungkap dari dokumen perusahaan diperoleh portalberita asal Amerika, Quartz.
Dokumen yang dibuat pada 2013 itu juga menyoroti peran SCL Group di Thailand.
SCL kemudian berubah menjadi Cambridge Analytica (CA) yang baru-baru ini terungkap terlibat skandal pencurian lebih dari 50 juta data pengguna Facebook untuk memenangkan Donald Trump sebagai presiden Amerika Serikat pada pemilu 2016 lalu. CA bekerja dengan metode sedemikian rupa yang bertujuan mempengaruhi pemilih lewat sejumlah kanal digital di dunia maya. Berdasarkan dokumen internal perusahaan, kemampuan CA ini rupanya sudah pernah diujicoba dan dipraktikkan lebih dari satu dekade silam dalam dinamika perpolitikan di negara Asia Tenggara, seperti Indonesia. Secara total SCL mengklaim pernah beroperasi di lebih dari 100 pemilu di 32 negara, seperti dilansir laman Quartz, Kamis (29/3).
Dalam dokumen ini dikatakan, sewaktu di Indonesia, perusahaan konsultan politik asal Inggris ini bertugas membuat survei terhadap ribuan warga Indonesia, menjalin komunikasi dengan para politisi, dan menggelar unjuk rasa di sejumlah kampus untuk membantu para mahasiswa.
Di tengah kerusuhan 1998 selepas Suharto jatuh, SCL bekerja di masa pemerintahan BJ Habibie.
"Dari hasil studi diketahui kelompok usia kampus memicu kerusuhan dan sebaliknya angkatan lebih tua sudah muak dengan kondisi penindasan sejak lama. Alhasil, operasi SCL fokus kepada kelompok usia 18-25 tahun untuk mengalihkan rasa frustrasi mereka untuk melakukan kerusuhan," demikian yang tertulis dalam dokumen SCL.
SCL kemudian melakukan studi di sekolah menengah dan kampus lokal lalu menemukan kondisi perlawanan terhadap rezim terutama dipicu oleh banyaknya polisi dan tentara di jalanan. SCL lalu memutuskan untuk membiayai tempat-tempat demo supaya mahasiswa bergabung dan mereka terhindar dari kerusuhan.
Getty Images ©2018 GetarMerdeka.com - Tragedi Mei 1998 REUTERS
"Demo-demo besar digelar di masing-masing kampus. Aksi ini bisa dilakukan karena ada panitia demo dan ada penggalangan dana di seantero negeri," kata dokumen SCL.
"Demo itu sangat besar sampai-sampai mahasiswa merasa suara mereka didengarkan."
SCL mengklaim cara kerja mereka berhasil mengurangi kerusuhan, membuat Habibie mundur dan mendorong digelarnya pemilu sampai Abdurrahman Wahid menjadi presiden pada 1999.
Dokumen itu tidak secara rinci menyebut untuk siapa SCL bekerja tapi konsultan politik itu menyatakan mereka membantu kampanye Partai Kebangkitan Bangsa dipimpin Abdurrahman Wahid, akrab dipanggil Gusdur. Bahkan ada satu kalimat Gusdur mengatakan: "Saya berutang budi kepada SCL atas jasa mereka dalam mensukseskan pemilu."
Pengamat Indonesia dari Universitas Murdoch Australia, Ian Wilson, mempertanyakan klaim pengaruh SCL yang dalam peristiwa reformasi 1998 di Indonesia.
"Ini hanya dibesar-besarkan saja. Kalau pun berpengaruh paling banyak hanya satu elemen kecil dalam peristiwa saat itu," kata Wilson.
"Kumpulan kekuatan dan kepentingan yang berebut pengaruh pada waktu itu terlalu besar untuk dipengaruhi dengan cara seperti itu. Demo-demo itu sudah berlangsung berbulan-bulan bahkan mungkin bertahun-tahun dalam skala dan intensitas yang berbeda," jelas Wilson.
Image and video hosting by TinyPic
[mdk/pan/gmc]
Sumber : merdekacom



ADVERTORIAL

Image and video hosting by TinyPicImage and video hosting by TinyPicImage and video hosting by TinyPicImage and video hosting by TinyPicImage and video hosting by TinyPicImage and video hosting by TinyPicImage and video hosting by TinyPic