|
JADWAL SHOLAT Subuh 04:40:55 WIB | Dzuhur 11:59:10 WIB | Ashar 15:19:22 WIB | Magrib 17:52:17 WIB | Isya 19:04:59 WIB

Menko Darmin: Donald Trump marah karena The Fed terus naikkan suku bunga acuan

Minggu, 22/07/2018 | 15:21 WIB
Reporter: Yayu Agustini Rahayu | Red IT: Firman Wage Prasetyo
Getty Images ©2018 GetarMerdeka.com - Darmin Nasution. ©2017 Merdeka.com
Jakarta, GetarMerdeka.com - Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) beberapa hari ini bergerak melemah. Bahkan, nilai tukar sempat menyentuh level Rp 14.500-an per USd.
Pelemahan Rupiah terjadi sejak bank sentra AS, The Fed kembali mengumumkan untuk kembali menaikkan suku bunga acuan mereka.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasutioan menyebutkan bahwa AS menaikkan kembali suku bunga acuan untuk menaikkan tingkat inflasi di negeri Paman Sam tersebut.
"Empat hari yang lalu itu Jerome Powell, Gubernur The Fed itu mengumumkan bahwa The Fed akan mem push supaya inflasi di AS meningkat, kan persoalan mereka inflasi terlalu rendah," kata Menko Darmin di kantornya, Minggu (22/7).
Menko Darmin mengakui, bukan hanya negara lain yang geram dengan keputusan tersebut bahkan Presiden AS Donald Trump pun menentangnya.
"Bukan cuma kita, bahkan Trump saja mulai marah, ini The Fed kerjaannya menaik-naikan tingkat bunga saja. Sudah ada itu komentar itu dari Trump," ujarnya.
Kondisi sebaliknya justru terjadi di China. Di sana, mata uang mereka sengaja dibuat terdepresiasi atau melemah terhadap Dolar Amerika.
"China, dia biarin mata uangnya melemah ya dia biarin saja, kenapa? Supaya barangnya lebih murah di AS. Begitu mata uang dia terus melemah dia gak mau intervensi, nah negara-negara di sekitar dia ikut melemah."
Image and video hosting by TinyPic
[mdk/idr/gmc]
Sumber : merdekacom



ADVERTORIAL

Image and video hosting by TinyPicImage and video hosting by TinyPicImage and video hosting by TinyPicImage and video hosting by TinyPicImage and video hosting by TinyPicImage and video hosting by TinyPicImage and video hosting by TinyPic