|
JADWAL SHOLAT Subuh 04:40:55 WIB | Dzuhur 11:59:10 WIB | Ashar 15:19:22 WIB | Magrib 17:52:17 WIB | Isya 19:04:59 WIB

NTB Kembali Tuan Rumah Konferensi Internasional Moderasi Islam

Minggu, 22/07/2018 | 14:24 WIB
Reporter: Syafruddin/ Eed Setiawan | Red IT: Firman Wage Prasetyo
Getty Images ©2018 GetarMerdeka.com - Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi menggelar konferensi Pers di Rumah Makan Taliwang Bersaudara, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (20/07/2018). Foto: Biro Humas NTB
Jakarta, GetarMerdeka.com - Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), akan menjadi tuan rumah Konferensi Internasional Moderasi Islam untuk kedua kalinya. Kegiatan yang mengambil tema "Moderasi Islam dalam perspektif Ahlussunnah Wal Jamaah" tersebut, akan dilaksanakan di kota Mataram pada tanggal 26-29 Juli 2018 mendatang. Kegiatan tersebut terselenggara atas kerjasama antara Pemerintah Provinsi NTB, Forum Komunikasi Alumni Timur Tengah NTB dan organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) Cabang Indonesia.
Terkait dengan kegiatan yang menghadirkan sejumlah tokoh Islam Internasional dari berbagai negara tersebut, Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi menggelar konferensi Pers di Rumah Makan Taliwang Bersaudara, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (20/07/2018).
Didampingi Wakil Ketua dan Sekretaris Jenderal OIAA Cabang Indonesia itu, Gubernur yang lebih dikenal Tuan Guru Bajang (TGB) tersebut dalam keterangannya menjelaskan bahwa Konferensi tersebut merupakan lanjutan kegiatan yang sama pada tahun 2017 lalu. Menurutnya, pada kegiatan sebelumnya, telah disepakati bahwa pada tahun 2018 ini akan digelar kegiatan yang sama. Namun, akan lebih spesifik pada bagaimana mengaplikasikan secara riil dalam kehidupan sehari-hari mengenai moderasi Islam. Termasuk dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Dalam hukum misalnya, yaitu tentang hukum-hukum yang mengatur kehidupan keseharian, satu sama lain, konsep moderasi islam itu seperti apa. Kegiatan ini merupakan penjabaran kegiatan tahun lalu yang lebih aplikatif,” Jelas TGB di hadapan puluhan awak media tersebut.
Gubernur menjelaskan kegiatan konferensi tersebut penting untuk dilaksanakan. Karena kekuatan Islam di Indonesia, dalam rangka memperkokoh NKRI, akan benar-benar terasa apabila mainstream pemikiran Islam itu adalah moderasi Islam.
“Kalau pemikiran Islam di Indonesia ini adalah moderasi, maka Islam di Indonesia akan salah satu pilar yang akan memperkokoh kita sebagai bangsa, sekaligus menyediakan fondasi kita secara kolektif untuk terus maju sesuai dengan harapan-harapan kita semua, pada era yang sangat kompetitif ini,” jelas Ketua Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) Cabang Indonesia tersebut.
Selain itu, moderasi Islam ini perlu dibahas secara mendalam, mengingat situasi negara-negara Islam beberapa tahun terakhir ini dilanda peperangan. Hal ini menurutnya, diakibatkan oleh pemahaman Islam yang tidah Washatiyah, yang langkah terakhirnya dapat mengarah kepada tindakan terorisme.
“Karena itu, pada konferensi ini, kami akan mencoba memotret cara implementatif konsep washatiyah dalam beberapa aspek kehidupan keagamaan maupun kehidupan sosial. Konsep Islam Washatiyah ini akan menghadirkan kedamaian dan kenyamanan bersama,” Jelas TGB.
Image and video hosting by TinyPic
[hms/syf/eed/gmc]


ADVERTORIAL

Image and video hosting by TinyPicImage and video hosting by TinyPicImage and video hosting by TinyPicImage and video hosting by TinyPicImage and video hosting by TinyPicImage and video hosting by TinyPicImage and video hosting by TinyPic