|
JADWAL SHOLAT Subuh 04:40:55 WIB | Dzuhur 11:59:10 WIB | Ashar 15:19:22 WIB | Magrib 17:52:17 WIB | Isya 19:04:59 WIB

Wapres JK minta masyarakat desa turut serta mencegah Stunting di NTB

Breaking News Kamis, 05/07/2018 | 16:36 WIB
Reporter: Eed Setiawan | Red IT: Firman Wage Prasetyo
Getty Images ©2018 GetarMerdeka.com - Wapres JK didampingi Presiden Bank Dunia Gubernur NTB Terpilih Zulkieflimansyah Foto: Istimewa
Lombok Tengah (NTB) GetarMerdeka.com - Wakil Presiden H. M. Jusuf Kalla dalam rangka meninjau program pencegahan stunting (kondisi tubuh kerdil akibat kekurangan gizi kronis) di Desa Dakung Lombok Tengah, Kamis (05/07) pagi didampingi oleh Gubernur NTB Dr. Muhammad Zainul Majdi bersama Gubernur NTB terpilih pada Pilkada serentak yang digelar 27 Juli 2018 kemarin yakni Dr Zulkieflimansyah.
Mereka terlihat kompak dalam menyambut RI 2 di NTB tersebut. Mereka pun jalan kaki sepanjang 500 meter dari lokasi acara inti ke peninjauan PAUD, Posyandu dan Peserta penerima PKH yang masih berada di Desa Dakung Loteng.
Selain didampingi oleh TGB dan Dr Zulkieflimasyah, Wapres juga didampingi oleh Presiden Bank Dunia, Jim Yong Kim, MenkeU, MenPUPR, Menkes dan pejabat terkait lainnya.
Dalam sambutannya di Kantor Desa Dakung, dia menekankan kepada semua desa khususnya di NTB, untuk fokus melaksanakan program pencegahan kasus stunting ini.
“Anggaran Dana Desa sebesar Rp 1 miliar yang diberikan kepada desa itu harus bisa memperbaiki kehidupan masyarakat. Salah satunya adalah pencegahan kasus stunting bagi masyarakat,” ujarnya.
Dijelaskan dia, Komitmen pemerintah untuk menangani kasus stunting telah banyak dilakukan dengan berbagai program di bawah koordinasi GN Pencegahan Stunting, termasuk yang dilaksanakan di Desa Dakung, Lombok Tengah.
Sehingga pemerintah desa, kabupaten, provinsi, dan pemerintah pusat harus bersatu padu untuk melaksanakan program pencegahan stunting ini.
“Semua pihak harus terlibat dalam pelaksanaan program penanganan stunting ini. Kementerian terkait, semuanya juga dilibatkan dalam program ini,” jelas Wapres.
“Walau banyak anggaran, kalau tidak ada gerakan dari masyarakat dan semua pihak, tidak akan jalan program ini,” ucapnya.
Menurut dia, pelaksanaan program stuntingbukan hal yang baru. Namun, program ini dihidupkan kembali seperti zaman dulu. Dimana program posyadu itu sudah dilakukan jauh sebelumnya. Hanya saja sistem program ini yang harus diperbaiki.
“Intinya kita harus bisa menggerakkan kehidupan masyarakat yang labih baik,” tandas Jusuf Kalla.
Sementara itu, Gubernur NTB TGH. M. Zaenul Majdi mewakili pemerintah daerah dan masyarakat, menyampaikan ucapan selamat datang dan terimakasih kepada Bapak Wakil Presiden RI, HM. Jusuf Kalla dan Presiden Bank Dunia serta para menteri terkait yang telah memperhatikan NTB.
“Kami membangun NTB ini dari semua indiktor. Namun, kami merasakan bahwa pembangun sektor kesehatan itu paling sulit,” ujarnya.
Dikatakan, dalam melakukan pembangunan di bidang kesehatan, diperlukan membangun kesadaran baru masyarakat. Bukan hanya dengan anggaran dana yang besar, sehingga program yang dilaksanakan itu dapat bertahan dan bermanfaat bagi masyarakat.
“NTB itu gudang program, hampir 90 persen program itu tidak ada kelanjutannya. Namun saya yakin, program pencegahan stunting ini akan berujung untuk membangun kesehatan masyarakat,” pungkasnya.
Image and video hosting by TinyPic
[hms/iba/eed/gmc]


ADVERTORIAL

Image and video hosting by TinyPicImage and video hosting by TinyPicImage and video hosting by TinyPicImage and video hosting by TinyPicImage and video hosting by TinyPicImage and video hosting by TinyPicImage and video hosting by TinyPic