|
JADWAL SHOLAT Subuh 04:40:55 WIB | Dzuhur 11:59:10 WIB | Ashar 15:19:22 WIB | Magrib 17:52:17 WIB | Isya 19:04:59 WIB

Jembatan Penghubung Tol Laut Lombok Sumbawa Layak Secara Teknis

Minggu, 16/06/2019 | 10:56 WIB
Red IT: Firman Wage Prasetyo
Getty Images ©2019 GetarMerdeka.com - Ilustrasi Jembatan penghubung Tol Laut Lombok- Sumbawa
Mataram, GetarMerdeka.com - Gagasan Gubernur Propinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. Zulkieflimansyah untuk membangun jembatan penghubung antara Lombok dengan Sumbawa, mendapat sambutan positif dari rakyat NTB.
Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Dr. Ir. H. Amry Rakhman, M. Si yang dikonfirmasi terkait perkembangan rencana investasi pembangunan jembatan penghubung Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa ini mengatakan pada prinsipnya layak secara teknis.
Amry Rahkman yang menjelaskan bahwa salah satu perusahaan asal Korea yang berada di bawah Korea – Indonesia (Korindo) Group sudah selesai melakukan pre-Feasibility Study (Pre FS).
Amry Rakhman (Foto: De Panggu)
Investor asal Korea Selatan yang tergabung dalam Korindo Group dalam Pre FS menyatakan rencana pembangunan jembatan penghubung Lombok – Sumbawa di Selat Alas layak secara teknis dengan bentang jembatan sepanjang 16 Km.
Amry Rachman menambahkan hasil pre-FS tersebut baru bisa menjawab pembangunan jembatan Lombok – Sumbawa  dari aspek teknis. Sedangkan untuk aspek ekonomi, harus dikaji lagi di dalam penyusunan FS.
‘’Karena percuma aspek ekonominya, kalau teknis tidak bisa. Secara teknis sudah bisa dibangun. Tapi secara ekonominya nanti diperdalam di FS,’’ jelasnya.
Amry menambahkan, Korindo Group merupakan perwakilan investor Korea yang berada di Indonesia. Setiap investasi yang berasal dari Korea, masuk lewat Korindo Group.
Salah satu dari investor Korea yang punya keahlian membangun jembatan antar pulau, sudah turun ke KSB melakukan pre-FS. Pemda KSB memfasilitasi investor dari negeri ginseng tersebut membuat kajian awal soal rencana pembangunan jembatan penyeberangan dari Pelabuhan Kayangan, Lombok Timur ke Pelabuhan Poto Tano, KSB.
Kajian yang dilakukan baru sebatas pre-FS, maka belum diketahui jumlah investasi yang dibutuhkan. Jumlah investasi yang dibutuhkan akan terlihat apabila sudah dilakukan FS.
Karena proyek ini akan menghubungkan dua pulau, maka Pemprov NTB punya tanggung jawab untuk menyiapkan anggaran penyusunan FS dari aspek ekonomi. ‘’Sekarang apakah di APBD provinsi sudah dianggarkan FS itu, saya belum cek informasinya. Kalau sudah dianggarkan FS-nya, tahun ini bisa jadi. Tahun depan bisa kita jual ke investor,’’ jelasnya.
Mantan Kepala Bappeda KSB ini mengatakan, ide mengenai rencana pembangunan jembatan ini untuk meningkatkan aksesibilitas antara Pulau Lombok dan Sumbawa. Dengan adanya jembatan tersebut, Lombok-Sumbawa bisa ditempuh dalam waktu 15 menit.
Image and video hosting by TinyPic
[DSP/RO1/GMC]

Indonesia Satu

Merdeka Network

Ekonomi Bisnis

Trending Selebriti

Citizen Jurnalism