|
JADWAL SHOLAT Subuh 04:40:55 WIB | Dzuhur 11:59:10 WIB | Ashar 15:19:22 WIB | Magrib 17:52:17 WIB | Isya 19:04:59 WIB

Search...

Malam Hari Saat G30S PKI Meletus, di Mana Sosok Soekarno?

Senin, 30/09/2019 | 00:00 WIB
Red IT: Firman Wage Prasetyo
Getty Images ©2019 GetarMerdeka.com - Foto: Bung Karno dan Ratna Sari Dewi. - Istimewa/Intisari
"padahal Dia Begadang dan Pergi dari Istana" (Tribunjabar.id)
Jakarta,GetarMerdeka.com - Satu peristiwa yang tidak akan terlupa oleh Bangsa Indonesia adalah momen dibantainya enam perwira tinggi TNI Angkatan Darat dan beberapa orang lainnya oleh PKI.
Insiden berdarah itu kemudian dikenal dengan peristiwa Gerakan 30 September alias G30S PKI.
Seperti diketahui, malam itu PKI terlebih dahulu menculik para jenderal sebelum akhirnya melakukan pembantaian keji.
Namun yang jadi pertanyaan, di mana dan sedang apa Presiden pertama Indonesia, Soekarno saat malam berdarah itu?
Dilansir Tribun Jabar dari buku Maulwi Saelan Penjaga Terakhir Soekarno, Bung Karno ternyata begadang malam itu, tapi sama-sekali tak tahu akan adanya penculikan para jenderal.
#Tentang Nonton Film G30S PKI, Putra DN Aidit: Kaum Milenial Tidak Terkecoh Film Fiksi dan Propaganda
Malam itu, tanggal 29 September 1965, Bung Karno punya jadwal menghadiri acara Musyawarah Nasional Teknik (Munastek) ke Istora Senayan, Jakarta.
Munastek tersebut diprakarsai oleh pemimpin Angkatan Darat dan Persatuan Insinyur Indonesia (PII). Adapun ketua acaranya adalah Brigjen Hartono Wirjodiprodjo yang kala itu menjabat sebagai Direktur Pelalatan AD. Menteri Pengairan Dasar saat itu, Ir PC Harjo Sudirdjo, dipercaya sebagai Ketua I atau wakil ketua acara.
Soekarno dan Ratna Sari Dewi (Kolase Tribun Jabar)
Bung Karno berangkat dari Istana Merdeka ke lokasi acara dijemput oleh Brigjen Hartono.
Bapak Proklamator itu juga didampingi pengawal pribadi, Kolonel Maulwi Saelan dan ajudan, Kolonel Bambang Widjanarko.
#Penuturan Peristiwa G30S PKI dari Saksi Hidup, Lolos dari Maut Karena Tertidur di Kolong Truk
Sampai di tempat acara, Soekarno melambaikan tangan kepada orang-orang yang ada di sana. Terdengar pula teriakan “Merdeka”, “Hidup Bung Karno”, dan “Viva Pemimpin Besar Revolusi” dari para hadirin.
Singkat cerita, acara Munastek pun rampung sekitar pukul 23.00 WIB. Bung Karno lantas kembali ke Istana Merdeka bersama pengawal pribadi dan ajudan.
Presiden Soekarno bersama istri ketiganya Ratna Sari Dewi atau Naoto Nemoko saat muda. Kini berusia 75 tahun. (Istimewa)
Merasa tidak ada lagi tugas pengawalan, Maulwi kemudian melapor kepada Soekarno untuk pulang ke rumahnya di Jalan Birah II No.81, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan sekitar pukul 24.00 WIB.
Tak disangka, sepulangnya Maulwi, Bung Karno pergi secara diam-diam dari istana dikawal Kompol Mangil dan timnya yang berpakaian preman.
#Hidup Pierre Tendean Berakhir pada G30S PKI, Korbankan Diri Sendiri Demi Selamatkan AH Nasution
Bung Karno ternyata menuju rumah istri termudanya, Ratna Sari Dewi di jalan Gatot Subroto.
Sesampainya di sana, orang yang dituju ternyata sedang keluar menghadiri malam resepsi di Hotel Indonesia yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Irak di Jakarta.
Lantas Bung Karno pun menyusul ke Hotel Indonesia.
Bung Karno menunggu di parkiran hotel, Soeparto, sopir pribadi Presiden menjemput Dewi yang dikawal anak buah Mangil, Ajun Inspektur II Sudiyo menjemput Ratna Sari Dewi.
#Kisah Ade Irma Suryani, Putri AH Nasution yang jadi Korban G30 S/PKI, Begini Kata-kata Terakhirnya
Rombongan kemudian kembali ke rumah Ratna Sari Dewi.
Sementara itu di timur Jakarta yang jaraknya sekira 10 kilometer dari rumah Dewi, para jenderal sedang diculik kemudian dibantai oleh G30S PKI.
Bung Karno sendiri baru mengetahui informasi pembantaian para jenderal pada 1 Oktober 1965 jelang siang hari.
(Sumber: buku Maulwi Saelan Penjaga Terakhir Soekarno)
#Kisah Pemeran Jenderal di Film G30S PKI, Awalnya Ragu Karena Filmnya yang Sensitif
#Detik-detik Tertembaknya Ade Irma Suryani, Korban Tragedi G30S PKI
Image and video hosting by TinyPic
[gmc/tnc/jbr]

Indonesia Satu

Ragam Peristiwa

Citizen Jurnalism