|
JADWAL SHOLAT Subuh 04:40:55 WIB | Dzuhur 11:59:10 WIB | Ashar 15:19:22 WIB | Magrib 17:52:17 WIB | Isya 19:04:59 WIB

Potensi Sumber Daya Tembaga dan Emas STM Meningkat, Gubernur NTB Nilai Belum Maksimal

Selasa, 04/10/2022 | 16:48 WIB | NEWS
Reporter: GetarMerdeka | Red IT: Firman Wage Prasetyo
Foto: Diskominfotik NTB Getty Images ©2022 GetarMerdeka.com
Mataram, GetarMerdeka.com — Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menerima audiensi PT. Sumbawa Timur Mining (STM) di ruang kerjanya, Senin (03/10). Pada kesempatan tersebut, Gubernur berharap agar PT. STM lebih terbuka untuk berkomunikasi dengan Pemerintah Daerah dan jajarannya sehingga dapat berkoordinasi dan menghasilkan kesepahaman yang lebih baik kedepannya.
“Kami mengharapkan PT. STM lebih terbuka dalam berkomunikasi dan memberikan rencana-rencananya ke depan agar kami, Pemda bisa membantu menyiapkan masyarakat untuk bekerja di sana,” kata Gubernur.
Ia mengakui, bahwa komunikasi yang terjalin saat ini antara Pemda dan PT. STM memanglah belum berjalan dengan baik dan maksimal. Namun, dengan koordinasi kedua belah pihak, ia optimis hal tersebut dapat diatasi.
“Selama ini komunikasi memang masih belum terjalin baik. Insya Allah ke depan akan menjadi lebih baik,” tambah Bang Zul, sapaan akrabnya.
Menanggapi pernyataan Gubernur tersebut, Presdir PT. STM Bede Evans menyambut baik arahan tersebut. Kedepannya, pihak PT. STM akan berusaha untuk memperbaiki pola komunikasi dengan pemerintah daerah agar dapat terjalin kerjasama yang baik.
“Kami minta maaf jika selama ini komunikasi dengan Pemda masih dirasa kurang. Tapi kedepannya kami akan lebih berusaha lagi untuk memperbaiki hal tersebut.
Terima kasih atas dukungan dan masukan dari Pak Gubernur dan jajaran untuk keberlangsungan dan kelancaran pengembangan Proyek kami,” ujar Bede Evans.
Untuk diketahui, PT. STM merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang Produksi Tembaga dan Emas di NTB dan saat ini beroperasi di Kab. Dompu.
Gubernur pada audiensi tersebut juga dudampingi Kadis PUPR Provinsi NTB, Kadis Dikbud Provinsi NTB, Kadis Nakertrans Provinsi NTB, dan Kepala DPMPTSP Provinsi NTB.
Potensi Sumber Daya Tembaga dan Emas Sumbawa Timur Mining Meningkat
Diberitakan sebelumnya PT Sumbawa Timur Mining (STM) mengumumkan kenaikan  hasil perkiraan terbaru potensi sumber daya tembaga-emas Onto di Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, seperti dikutip Kontan.co.id, di Jakarta, (21/4/2022) Kamis.
Dalam laporan teranyar itu, STM mencatat bahwa perkiraan potensi sumber daya mineral tertunjuk Onto mencapai  1,1 miliar ton  dengan rincian 0,96% tembaga dan 0,58 gram per ton emas per 31 Desember 2021.
Sementara itu, total potensi sumber daya mineral tereka Onto tercatat sebesar  1,0 miliar ton dengan rincian 0,7% tembaga dan 0,4  gram per ton emas per 31 Desember 2021.
Presiden Direktur STM Bede Evans mengatakan, perkiraan potensi sumber daya mineral terbaru ini memperkuat keyakinan kami bahwa sumber daya mineral Onto memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi sebuah operasi pertambangan tembaga kelas dunia.
“Perkiraan terbaru ini juga telah memberikan optimisme bagi para pemegang saham STM dan seluruh tim STM, namun dengan tetap menerapkan kehati-hatian sejalan dengan perkembangan Proyek Hu’u untuk memasuki tahapan pengembangan proyek lebih lanjut,” ujar Bede dalam konferensi pers virtual yang digelar Kamis (21/4).
STM telah melakukan kegiatan eksplorasi di dalam kawasan kontrak karya proyek Hu'u sejak tahun 2010.
Perkiraan potensi sumber daya mineral yang diumumkan Kamis (21/4) ini merupakan hasil dari analisa 74 lubang pemboran, dengan total kedalaman 74.130 meter yang dibor ke dalam potensi sumber daya mineral Onto.
Jika dibandingkan dengan data sebelumnya, data terkini perkiraan potensi sumber daya tembaga-emas Onto per 31 Desember 2021 memang menunjukkan kenaikan  sebesar 0,4 Mt. Atau setara dengan peningkatan sebesar lebih dari 20%.
Sebagai pembanding, data Desember 2019 menunjukkan bahwa total potensi sumber daya mineral tertunjuk Onto berjumlah sebesar 0,76 miliar ton dengan rincian 0,93% tembaga dan 0,56 gram per ton emas. Sementara itu, otal potensi sumber daya mineral terekanya tercatat sebesar 0,96 miliar ton dengan rincian 0,87% tembaga dan 0,44 gram per ton emas.
Bede memastikan, pengeboran akan terus dilanjutkan pada tahun 2022 dan seterusnya untuk mendukung studi lebih lanjut guna menentukan ukuran, luas dan karakteristik potensi sumber daya mineral Onto, serta  memberikan data yang lebih lengkap untuk digunakan dalam berbagai studi teknik proyek Hu’u.
Pada tahun buku 2022 ini, STM telah menyiapkan dana US$ 80 juta untuk sejumlah keperluan, termasuk untuk mendukung kegiatan eksplorasi. “Untuk budget atau RKAB yang disetujui tahun ini kurang lebih US$ 80 juta, itu termasuk untuk eksplorasi mineral,” ujar Bede.
Sampai dengan saat ini, secara total, STM telah menyelesaikan 108 lubang bor dengan total kedalaman 115.591 mete di dalam kawasan KK di Onto dan prospek lain, dihutung sejak eksplorasi dimulai pada tahun 2010 silam. Harapan STM, STM bisa memasuki tahapan eksploitasi dan memulai kegiatan produksi pada 2030-2035 mendatang.
“Fokus pekerjaan kami sekarang ini adalah mengatasi tantangan-tantangan teknis agar kami bisa memulai produksi/penambangan pada 2030-2035,” tutur Bede.
Reporter: Muhammad Julian Sumber KONTAN.CO.ID Editor: Khomarul Hidayat
[gmc/ktn/ikp/dea/her]
□BAGIKAN

Indonesia Satu

Merdeka Network

Ekonomi Bisnis

Trending Selebriti

Citizen Jurnalism