|
JADWAL SHOLAT Subuh 04:40:55 WIB | Dzuhur 11:59:10 WIB | Ashar 15:19:22 WIB | Magrib 17:52:17 WIB | Isya 19:04:59 WIB

Kadis Kominfotik : Dibutuhkan Perencanaan Berbasis Data untuk Indonesia Emas 2045

Kamis, 03/11/2022 | 16:46 WIB | NEWS
Reporter: GetarMerdeka | Red IT: Firman Wage Prasetyo
Foto: Diskominfotik NTB Getty Images ©2022 GetarMerdeka.com
Mataram, GetarMerdeka.com — Badan Pusat Statistik menerbitkan Peraturan BPS No 3 Tahun 2022 tentang Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral (EPSS). Peraturan tersebut memuat regulasi mengenai evaluasi secara sistematis yang akan dilakukan oleh BPS terhadap penyelenggaraan statistik sektoral di setiap K/L/pemda.
Sebagai tahap awal rangkaian uji coba EPSS 2022-2023, dilakukan sosialisasi EPSS kepada K/L/Pemda termasuk kepada OPD Pemprov NTB. Kegiatan sosialisasi EPSS di lingkup Pemerintah Provinsi NTB dilaksanakan pada hari Kamis, 3 November 2022 di kantor BPS Provinsi NTB.
Penyelenggaraan statistik sektoral tentu tidak terlepas dari peran Diskominfotik Provinsi NTB sebagai Walidata.
Kepala Diskominfotik Provinsi NTB, Baiq Nelly Yuniarti, AP, M.Si., menjadi narasumber dalam sosialisasi EPSS menyampaikan, bahwa pada tahun 2021 terdapat juga assesment penyelenggaraan Satu Data oleh Sekretariat Satu Data Indonesia Pusat dan Pemprov NTB memperoleh skor kematangan di atas rata-rata nasional pada assesment tersebut yang dirilis Kamis, (3/11).
(istimewa)
Penyelenggaraan statistik sektoral di Provinsi NTB mengalami berbagai peningkatan pada tahun 2022 ini sehingga berpotensi mendapatkan skor kematangan yang baik pula dalam EPSS.
Menurutnya, EPSS kedepannya juga akan mendorong peningkatan kualitas penyelenggaraan statistik sektoral, termasuk dalam pemanfaatan data untuk keperluan pengambilan kebijakan.
"Dibutuhkan data yang akurat dan mutakhir sesuai dengan kebutuhan indikator pembangunan sebagai dasar dari perencanaan dan evaluasi kebijakan. Terlebih lagi dalam menyongsong 100 Tahun Kemerdekaan pada tahun 2045, dibutuhkan perencanaan program kebijakan yang akurat dan berbasis data untuk menghadapi berbagai megatren dunia, "jelas Baiq Nelly.
[gmc/ikp/fbc]
□BAGIKAN

Indonesia Satu

Merdeka Network

Ekonomi Bisnis

Trending Selebriti

Citizen Jurnalism