Follow Us

|
JADWAL SHOLAT Subuh 04:40:55 WIB | Dzuhur 11:59:10 WIB | Ashar 15:19:22 WIB | Magrib 17:52:17 WIB | Isya 19:04:59 WIB
BERITA UTAMA

Di Sini Kasih Tak Sampai: Ketika Rindu Mengalir Menembus Batas Waktu

Kategori Berita: NEWS / ESAL-BUDAYA Reporter: Getar Merdeka Red IT: Firman Wage Prasetyo Hak Cipta Gambar: Copyright © 2026 Getty Images / Meta AI Kreator Digital Bung Ronz, All right reserved.
GetarMerdeka.com — "Ada jenis rasa yang sengaja dibiarkan tidak tuntas oleh takdir, agar ia tetap suci dan terhindar dari gesekan ego duniawi." Untaian kalimat ini membuka gerbang kontemplasi kita tentang esensi cinta sejati yang tidak pernah terkikis oleh jarak, angka kalender, maupun ketidakmungkinan fisik.
Dalam draf esai terbaru berjudul "Di Sini Kasih Tak Sampai" karya Firman Wage Prasetyo, kita diajak menyelami labirin emosi manusia yang paling jujur. Kasih yang tidak sampai sering kali disalahartikan sebagai sebuah tragedi yang menyakitkan. Namun, jika kita melihatnya dengan mata hati yang jernih, perpisahan fisik justru menjadi awal dari sebuah keabadian di dalam ruang ingatan.
Hukum Kekekalan Rasa di Kamar Sunyi
Ketika dua jiwa dipisahkan oleh geografi atau keadaan, perasaan yang ada tidak serta-merta menyusut atau menghilang. Ia hanya bermutasi menjadi bentuk energi lain. Perasaan itu menetap di sudut-sudut kamar sunyi, bertransformasi menjadi bait-bait puisi, tarikan napas di kala fajar, atau menjadi dorongan kreatif yang melahirkan karya-karya literatur yang hidup.
Mencintai tanpa harus memiliki adalah tingkat tertinggi dari kedewasaan spiritual. Seseorang yang kita sayangi mungkin tidak lagi berada dalam jangkauan pesan teks atau pelukan hangat, tetapi namanya selalu hidup secara struktural dalam bait doa-doa malam. Di sinilah letak keindahan dari sebuah rasa yang tak terbatas oleh waktu: ia menolak untuk padam hanya karena realitas harian tidak memberi ruang untuk bersatu.
Melalui tulisan ini, Firman Wage Prasetyo menegaskan bahwa setiap manusia memiliki prasasti rindunya masing-masing. Menghargai kasih yang tak sampai adalah cara kita menghormati sisi paling manusiawi dari diri kita sendiri—sebuah bukti bahwa kita pernah, atau sedang, merawat ketulusan yang murni tanpa menuntut imbalan kepemilikan.
Berita Selanjutnya...
[gmc/fyp/adv]
SHARE
Copyright @ 2025 - 2026 Getar Merdeka, All right reserved