Invasi AS ke Venezuela Picu Gejolak Keuangan, Rupiah Melemah di Level Rp16.780
Rabu, 07/01/2026 | 17:54 WIB | NEWS
Reporter: Getar Merdeka Red IT: Firman Wage Prasetyo
Invasi AS ke Venezuela Picu Gejolak Keuangan, Rupiah Melemah di Level Rp16.780 (ist/merdeka.com) Copyright © 2025-2026 Getty Images, All right reserved
Adapun sejumlah faktor yang mempengaruhi pelemahan rupiah di antaranya, pertentangan pendapat terkait suku bunga dana Fed.Jakarta, GetarMerdeka.com — Pengamat Ekonomi, Mata Uang & Komoditas Ibrahim Assuaibi mencatat mata uang rupiah kembali melemah dilevel Rp16.780 pada penutupan perdagangan, Rabu (7/1) sore. "Pada perdagangan sore ini, mata uang rupiah ditutup melemah 22 poin sebelumnya sempat melemah 30 poin di level Rp16.780 dari penutupan sebelumnya di level Rp16.758," kata Ibrahim dalam keterangannya, Rabu (7/1).
Adapun sejumlah faktor yang mempengaruhi pelemahan rupiah di antaranya, pertentangan pendapat terkait suku bunga dana Fed. Gubernur Fed Stephen Miran, Aktivitas bisnis AS tetap solid, namun hal itu membenarkan perlunya suku bunga yang lebih rendah.
Bertentangan dengan pendapatnya, Presiden Fed Richmond Thomas Barkin menyatakan bahwa suku bunga dana Fed berada dalam level netral, yang tidak merangsang maupun menghambat aktivitas ekonomi.
Ibrahim mejelaskan, kontrak berjangka dana Fed masih memperkirakan sekitar 82% kemungkinan suku bunga akan tetap stabil pada pertemuan bank sentral AS berikutnya pada tanggal 27 hingga 28 Januari, menurut alat CME FedWatch.
Namun demikian, ketegangan geopolitik yang terus-menerus dan ekspektasi berkelanjutan akan dua kali pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve (Fed) tahun ini terus mendukung kenaikan harga emas secara lebih luas, menjaga harga tetap berada di sekitar rekor tertinggi.
"Investor akan mengamati dengan cermat data penggajian non-pertanian untuk bulan Desember, yang akan dirilis Jumat, untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut tentang suku bunga. Kekuatan pasar tenaga kerja merupakan pertimbangan utama bagi Federal Reserve dalam mengubah suku bunga," ujar dia.
Gejolak Amerika Serikat dan Venezuela
Invasi AS ke Venezuela juga tetap menjadi poin penting yang perlu diwaspadai oleh pasar. Presiden Donald Trump mengatakan Caracas telah setuju untuk memasok antara 30 juta hingga 50 juta barel minyak ke Amerika Serikat, setelah Washington menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro akhir pekan lalu.
"Perselisihan diplomatik antara Jepang dan Tiongkok meningkat pekan ini setelah Beijing membatasi ekspor barang-barang dengan potensi aplikasi militer ke Jepang," ujar dia.
Faktor Internal
Sementara di dalam negeri yang mempengaruhi pelemahan rupiah yakni pernyataan pemeringkat international seperti IMF dan Bank Dunia serta Bank Indonesia memprediksi bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 di kisaran 5%.
"Namun Menteri Kuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai 6%, angka tersebut tidak sulit tercapai karena pihaknya telah menyiapkan sejumlah strategi," ujar dia.
Sedangkan sejumlah strategi untuk mengerek pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 6%, salah satunya akselerasi anggaran. Purbaya ingin agar belanja fiskal bisa digelontorkan di awal-awal tahun. Kemudian disinkronkan dengan kebijakan moneter dari Bank Indonesia.
Selain itu, iklim usaha yang mulai membaik bisa mengembalikan kepercayaan investor, termasuk investor asing. Hal ini seiring dengan penyelesaian masalah debottlenecking atau hambatan investasi maupun usaha. Kebijakan tersebut membuat investor asing semakin oftimis dengan perubahan kebijakan tersebut. (Sumber: merdekadotcom/ Muhamad Agil Aliansyah/ Tira Santia)[gmc/mdk/tia]SHARECopyright @ 2025-2026 Getar Merdeka, All right reserved
