|
JADWAL SHOLAT Subuh 04:40:55 WIB | Dzuhur 11:59:10 WIB | Ashar 15:19:22 WIB | Magrib 17:52:17 WIB | Isya 19:04:59 WIB

Search...

Dr. Zul: Masa Depan NTB, Ada Pada Anak -Anak Muda yang Kreatif

Kamis, 19/09/2019 | 23:30 WIB
Reporter: Red IT: Firman Wage Prasetyo
Getty Images ©2019 GetarMerdeka.com - Foto: Edy/Diskominfotik NTB
""Kekayaan alam NTB yang melimpah itu, tidak akan banyak artinya jika anak-anak mudanya hanya menjadi penonton atau berdiam diri tanpa ada kreativitas",
Mataram, GetarMerdeka.com - Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah, SE. MSc., menegaskan masa depan Indonesia ada ditangan para pelajar dan generasi muda masa kini.
"Lebih khusus wajah NTB kedepan ada di tangan kalian, anak-anak muda NTB yang kreatif," ujar Gubernur dalam sambutannya diwakili Plt. Kepala Dinas Komunikasi, informatika dan Statistik Provinsi NTB, Gde Putu Aryadi, S.Sos. MH pada acara Creatormuda Academy yang diikuti oleh 270 pelajar SMA/SMK dan MA se-Nusa Tenggara Barat di hotel Aston Inn Mataram Kamis (19/9).
Menurut Gubernur yang lebih akrab disapa Doktor Zul itu, NTB sebagai rumah besar bersama menyimpan potensi sumber daya yang luar biasa. Ada kekayaan alam, baik potensi agraris, maritim, tambang dan nilai-nilai seni budaya maupun sumberdaya investasi dan pariwisata yang banyak memikat tamu dan investor untuk hadir di NTB.
"Kekayaan alam NTB yang melimpah itu, tidak akan banyak artinya jika anak-anak mudanya hanya menjadi penonton atau berdiam diri tanpa ada kreativitas", ujarnya.
Karena itu, Gubernur melalui Aryadi menitipkan pesan agar anak-anak muda NTB sejak dini menumbuhkan motivasi yang kuat untuk mengisi hari-harinya dengan berbagai kreativitas sehingga kelak akan menjadi generasi yang mandiri dan memiliki masa depan yang baik.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Maarif Institute, google dan semua pihak yang telah membangun aplikasi mading sekolah.org.
Media itu menurutnya sangat produktif dalam membangun karakter anak, terutama pengembangan bakat, minat dan kreativitasnya.
"Misalnya lomba vedio, artikel, lagu dan karya seni lainnya maupun produk-produk ilmu pengetahuan dan teknologi. Dan para pemenangnya, selain mendapatkan hadiah, juga akan menginspirasi siswa lainnya melahirkan karya-karya yang lebih baik lagi", ujar mantan Kabag Humas Pemkab Bima di Era Bupati Zainul Arifin itu.
Karena itu, semua Sekolah dan guru-guru di NTB diharapkannya akan dapat memanfaatkan aplikasi madding sekolah ini, sebagai salah satu media mengembangkan karakter siswa. Sekaligus juga mereduksi penggunaan akun media sosial untuk kegiatan yang kurang produktif.
"Ada Intagram, Youtube, Facebook atau Whatsup, yang selama ini lebih banyak hanya untuk chating atau menulis status yang kurang bermanfat. Ini perlu diarahkan pada kreatifitas untuk mengekplor beragam potensi NTB dan juga beauty inner para siswa," pesannya.
Saat ini, kata Aryadi dari total 5,6 juta jiwa penduduk NTB, pengguna internetnya mencapai 3 juta orang. Namun sayangnya hanya 15 persen dari pengguna internet itu yang produktif. Sisanya hanya digunakan untuk hal yang konsumtif. Sedangkan dari sisi Kejatan siber, kata Gede Aryadi, setiap hari hampir 10-15 buah berita hoax, bully atau menyebarkan kebencian, Ini sangat tidak baik, tegasnya.
Ia mengajak para pelajar untuk memanfaatkan kemajuan teknologi digital sebagai peluang menciptakan kreatifitas dan mengembangkan potensi diri.
Selain itu, iacmenyampaikan bahwa saat ini pemerintah Provinsi NTB dibawah Gubernur Dr. H. Zulkieflimansyah dan Wagub Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, telah menyiapkan 1000 beasiswa pendidikan S1, S2 dan S3 diluar negeri. Maka siapkan diri dan rebut peluang itu untuk masa depan yang gemilang, pungkasnya.
Sekolah.org (Istimewa)
Hal senada diungkapkan Kepala UPT-PK PLK Dismen Pendidikan Layanan khusus Lombok Barat Mataram, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi NTB, Drs. H. Abdur Rasidin, M.Pd., melalui Literasi digital melalui lomba mading sekolah.org itu disebutnya sebagai salah satu cara pelajar memanfaatkan kemajuan TIK untuk hal-hal yang positif. Sudah banyak kasus dan cerita yang terjadi dan sangat berdampak luas, dan sifatnya dekstruktif lagi.
Menurutnya, hanya gara-gara isu, berita yang tidak jelas, namun menjadi viral dan menarik kesimpulan sendiri, akhirnya bermasalah. “Ini pekerjaan yang sangat berat bagi kita semua. Bukan saja kami di lingkungan Pendidikan dan kebudayaan, tetapi seluruh elemen masyarakat", tegasnya.
Ia mengajak semua pihak dan sekolah melalui instrument-instrumen yang ada pada berbagai kegiatan agar selalu menyampaikan penguatan-penguatan Pendidikan karakter, yang menjadi ujung tombak dari anak-anak kita. “Boleh kurikulum itu berganti nama, tetapi sesunggunya Pendidikan karakter itulah solusinya. Salah satu bagian dari Pendidikan karakter itu adalah kegiatan litersi digital ini,” ucapnya.
Ia berharap kegiatan semacam ini, bukan saja dilakukan di Pulau Lombok, namun selenggarakan juga di Pulau Sumbawa. Yakni di Bima dan Dompu serta Sumbawa dan KSB, kata Rasidin.
Sebelumnya, Direktur Eksekutif MAARIF Institute, Abdul Rohim Ghazali menjelaskan bahwa acara yang digelar di Pulau Seribu Masjid pada 19-20 September 2019 ini merupakan penyelenggaraan ke-9 dari 10 kota yang direncanakan di seluruh indonesia.
Rohim berharap anak muda dapat terlibat secara aktif dalam upaya-upaya literasi digital. Membuat, mengunggah, dan menyebarluaskannya menjadi hal yang diperlukan. “Berbagai ide segar dan kreatif yang berasal dari anak muda perlu diwujudkan dalam bentuk konten-konten positif, diunggah ke media sosial, dan disebarluaskan secara massif.
Karena hal itulah yang diperlukan untuk konteks sekarang ini."Kami dari MAARIF Institute bersama yang lainnya menginisiasi Creatormuda Academy ini dan menyediakan platform online dalam mading sekolah.id,” pungkasnya. (*)
Image and video hosting by TinyPic
[gmc/ro1/inf]

Indonesia Satu

Ragam Peristiwa

Citizen Jurnalism