Pedoman Media Siber
Menjaga Integritas Nasional di Tengah Standar Ganda Profesionalisme Barat
Senin, 20/07/2026 |22:21 WIB | NEWSTAJUK OPINI GETAR MERDEKAOleh: Firman Wage Prasetyo (Rony Firmansyah) – Pendekar Pena Matahari / Freelance Journalist
Reporter: Getar Merdeka Red IT: Firman Wage Prasetyo
Copyright © 2026 Getty Images, All right reserved
Jakarta, GetarMerdeka.com — Indonesia hari ini berada di persimpangan jalan yang krusial. Nilai integritas nasional kita sedang mengalami benturan hebat dengan dikte "profesionalisme" yang dipaksakan oleh kepentingan dunia Barat. Atas nama modernisasi, standar global sering kali dijadikan alat untuk menekan kedaulatan bangsa. Jika kita tidak mawas diri, fondasi kemandirian yang kita miliki perlahan akan runtuh oleh sistem yang tidak berpihak pada kepentingan rakyat.
Fakta di lapangan menunjukkan adanya benang merah yang mengkhawatirkan. Standar profesionalisme yang digungkan Barat kerap kali menerapkan standar ganda. Mereka memuji keterbukaan pasar, namun di sisi lain mendiskreditkan potensi Sumber Daya Manusia (SDM) dan Sumber Daya Alam (SDA) lokal melalui regulasi internasional yang timpang.
Akibatnya, kebijakan publik di dalam negeri sering kali terjebak dalam dilema hukum; lebih mengutamakan kepuasan pasar global dibanding mewujudkan kesejahteraan masyarakat bawah secara nyata.
Tantangan global ini tidak boleh dihadapi dengan mentalitas tunduk. Mengutip semangat jurnalisme independen Getar Merdeka, profesionalisme sejati bukan terletak pada sertifikasi asing, melainkan pada integritas, kejujuran, dan ketekunan dalam berusaha.
Kedaulatan bangsa hanya bisa tegak jika kita berani menyatukan pola pikir demi kemajuan bersama, mengelola kekayaan alam sendiri secara mandiri, dan menolak segala bentuk intervensi yang merugikan publik.
Saatnya pena jurnalisme bergerak sebagai penerang, membongkar manipulasi global, dan mengembalikan hak kemerdekaan berpikir yang seutuhnya. Salam Merdeka![gmc/ro1/adv]SHARECopyright @ 2025-2026 Getar Merdeka, All right reserved
