Pedoman Media Siber
NTB Bangun Kapasitas, Dari Pendampingan Menuju Mandiri: Bypass Otak Kini Bisa Dilakukan di RSUD Provinsi
Senin, 14/09/2026 | 12:20 WIB | NEWS
Reporter: Getar Merdeka Red IT: Firman Wage Prasetyo
Untuk pertama kalinya, RSUD Provinsi NTB melakukan tindakan bypass STA-MCA, layanan bedah saraf kompleks yang menempatkan NTB dalam jajaran terbatas provinsi di Indonesia yang mampu memberikan layanan tersebut. Foto Biro Humas NTB
Copyright © 2026 Shutterstock, GetarMerdeka.com Partnertsite. right reserved.
Mataram, GetarMerdeka.com — Di bawah kepemimpinan Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal dan Wakil Gubernur Hj. Indah Dhamayanti Putri, Pemerintah Provinsi NTB terus membangun kapasitas RSUD Provinsi NTB agar mampu menghadirkan layanan kesehatan berkompleksitas tinggi di daerah. Langkah itu kini memasuki tahap penting. Untuk pertama kalinya, RSUD Provinsi NTB melakukan tindakan bypass STA-MCA, layanan bedah saraf kompleks yang menempatkan NTB dalam jajaran terbatas provinsi di Indonesia yang mampu memberikan layanan tersebut. Capaian itu bukan hasil dari satu tindakan medis. Kemampuan baru tersebut dibangun melalui proses bertahap, mulai dari pengembangan kompetensi dokter dan tim medis, pendidikan serta fellowship, kesiapan fasilitas dan peralatan, hingga pengampuan bersama rumah sakit yang lebih dahulu memiliki pengalaman dalam layanan bypass otak. Program proctorship menjadi bagian penting dalam proses tersebut karena memungkinkan tim RSUD NTB belajar dan mempraktikkan langsung penanganan kasus kompleks bersama para ahli.
Rangkaian Proctorship Bypass Otak berlangsung pada 11–12 September 2026 dengan melibatkan tim RSUD Provinsi NTB bersama rumah sakit pengampu, di antaranya RS PON Prof. Dr. Mahar Mardjono Jakarta dan RS Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah Bali. Pendampingan tidak hanya mencakup pelaksanaan tindakan, tetapi juga persiapan, pengambilan keputusan klinis, hingga pemantauan pascaoperasi.
Kemampuan yang dibangun tersebut kemudian diuji melalui penanganan dua pasien. Pasien pertama merupakan anak berusia 12 tahun yang didiagnosis mengalami Moyamoya, sebuah penyakit langka berupa penyempitan pembuluh darah otak. Tindakan bypass dilakukan untuk membantu membangun jalur aliran darah baru ke otak dan mengurangi risiko stroke berulang. Sementara pasien kedua, berusia 42 tahun dengan riwayat stroke iskemik, menjalani tindakan serupa untuk menekan risiko kejadian berulang.
Dua tindakan sukses tersebut sekaligus membawa NTB memasuki peta layanan bedah saraf yang masih sangat terbatas secara nasional. Direktur Pelayanan Klinis Ditjen Kesehatan Lanjutan Kemenkes RI, dr. Obrin Parulian, M.Kes., menyebut dari 38 provinsi di Indonesia, baru 11 provinsi yang memberikan layanan bypass STA-MCA ini.
Dukungan Kemenkes RI dan komitmen penuh Pemprov NTB memastikan bahwa teknologi medis kelas dunia kini berjalan selaras dengan peningkatan mutu SDM lokal. Bagi masyarakat NTB, arah perubahan ini membawa manfaat yang sangat konkret: penanganan medis berkompleksitas tinggi kini hadir lebih dekat tanpa harus mencari rujukan ke luar daerah.
π² DRAF PESAN BROADCAST (Untuk Grup WhatsApp / Telegram)
Assalamu'alaikum Wr. Wb. / Selamat Hari Ini Rekan-Rekan Media dan Pembaca Setia,
π’ CETAK SEJARAH! RSUD NTB Masuk Jajaran 11 Provinsi Elite di Indonesia yang Mampu Operasi Bypass Otak Secara Mandiri! π©Ί✨
Lompatan besar sektor kesehatan Nusa Tenggara Barat kini terbukti nyata. Di bawah kepemimpinan Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal dan Wakil Gubernur Hj. Indah Dhamayanti Putri, RSUD Provinsi NTB sukses melakukan tindakan Bypass STA-MCA (operasi bedah saraf otak kompleks) pertama di daerah!
Poin Penting Pencapaian:
• Elite Nasional: Baru 11 dari 38 provinsi di Indonesia yang bisa menghadirkan layanan medis super-spesialistik ini.
• Sukses Selamatkan 2 Pasien: Termasuk kasus langka penyakit Moyamoya pada anak usia 12 tahun.
• Layanan Lebih Dekat: Kini masyarakat NTB tidak perlu lagi dirujuk menyeberang ke Bali atau Makassar untuk penanganan bedah saraf otak.
“Bukan hanya ikannya, tetapi juga cara menangkap ikan dan bagaimana mengolahnya,” — Abul Chair (Sekretaris Daerah NTB), menegaskan keberhasilan transfer ilmu dan kemandirian tim medis lokal.
Simak ulasan lengkap, dinamika program proctorship, serta dukungan penuh Kementerian Kesehatan RI hanya di tautan resmi kami:
πππ
π https://www.getarmerdeka.com/
Jangan lupa bantu sebar informasi positif ini kepada keluarga dan kerabat kita!
Subscribe | Comment | Share
π BACA JUGA & PARTNER SITE (Link Jaringan Bawah Artikel)
#NTB Bangun Kapasitas, Dari Pendampingan Menuju Mandiri: Bypass Otak Kini Bisa Dilakukan di RSUD Provinsi#Widyaiswara dan Masa Depan ASN: Dari Jamnas NTB, Inovasi Jadi Kekuatan Birokrasi
#Gubernur NTB: Jaga Kemerdekaan Pers, Rawat Kepercayaan Publikπ΄ GETAR MERDEKA TV – Partnership Channel-8 Online 24 Jam Liputan Pers (Tonton Live Sekarang!)[gmc/ikp/desk/adv/red]SHARECopyright @2025 - 2026 GetarMerdeka.com, Partnertsite. All right reserved.
