Pedoman Media Siber
Diskominfotik: Data Berkualitas Jadi Fondasi Perencanaan Pembangunan "NTB Satu Data"
Media Online Digital | Kamis, 01/10/2026 | 17:15 WIB | REGIONAL
Reporter: Getar Merdeka Red IT: Firman Wage PrasetyoFOTO: Kominfotik Pemprov NTB. Copyright ©2026 Shutterstock, GetarMerdeka.com Partnertsite. All right reserved.
Mataram, GetarMerdeka.com — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) pengelola data melalui Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Produsen Data dengan tema “Data Berkualitas untuk Perencanaan Pembangunan yang Lebih Tepat dan Berdampak”, di Gedung Sangkareang, Kantor Gubernur NTB, Kamis (1/10/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat penyelenggaraan NTB Satu Data sekaligus mendorong budaya kerja pemerintahan yang berbasis data dan bukti.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi NTB, Ahsanul Halik menegaskan, bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari kerja bersama seluruh perangkat daerah dalam meningkatkan kualitas data untuk mendukung pembangunan daerah.
“Kegiatan ini bukanlah sekadar pekerjaan yang bersifat seremonial ataupun sekadar wacana. Ini adalah kerja bersama seluruh perangkat daerah, di bawah arahan dan bimbingan Gubernur,” ujarnya.
Menurutnya, data tidak semata-mata berbicara mengenai angka. Data merupakan instrumen bagi pemerintah untuk melihat kondisi daerah, memahami persoalan masyarakat, menentukan prioritas pembangunan, menjalankan program, serta mengukur keberhasilannya.
Ia menekankan, bahwa keputusan yang diambil pimpinan daerah maupun kepala perangkat daerah harus didukung data yang dihasilkan oleh para pengelola data di masing-masing perangkat daerah.
“Data yang baik akan menghasilkan informasi yang baik. Informasi yang baik akan membantu kita mengambil keputusan yang lebih tepat. Dan dari keputusan yang tepat, kita berharap dapat menghadirkan pembangunan yang benar-benar memberikan manfaat dan dirasakan oleh masyarakat,” katanya.
Pembangunan sistem dan portal data tidak akan cukup tanpa kualitas SDM yang mampu menghasilkan dan mengelola data secara benar.
Menurutnya, portal hanyalah wajah dari sebuah sistem. Di balik teknologi tersebut terdapat proses, standar, tata kelola, dan manusia yang bertanggung jawab terhadap kualitas data.
“Portal boleh dibangun dengan teknologi terbaik, tetapi kualitas data tetap ditentukan oleh kualitas manusia yang menghasilkan data tersebut,” tegasnya.
Untuk itu, para produsen dan pengelola data dituntut memiliki kompetensi, pemahaman terhadap tugas dan fungsi, integritas, serta komitmen. Setiap data yang dihasilkan memiliki konsekuensi karena dapat menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan dan menentukan arah pembangunan.
Data yang berkualitas juga harus memenuhi unsur kebenaran, akurasi, kelengkapan, konsistensi, memiliki definisi yang jelas, serta dapat dipertanggungjawabkan.
Lebih lanjut, persoalan pembangunan tidak hanya menyangkut ekonomi, tetapi juga pendidikan, kesehatan, infrastruktur, sosial, dan berbagai aspek kehidupan masyarakat. Karena itu, setiap kebijakan harus didasarkan pada data yang mampu menggambarkan kondisi masyarakat secara utuh.
Ia mencontohkan, penggunaan data disabilitas dalam menentukan lokasi fasilitas pendidikan khusus. Penentuan lokasi sekolah luar biasa (SLB), misalnya, perlu memperhatikan persebaran masyarakat penyandang disabilitas agar pembangunan fasilitas benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Kita harus membangun berdasarkan data dan melihat karakteristik masyarakatnya. Jangan sampai fasilitas dibangun di suatu lokasi, tetapi masyarakat yang membutuhkan justru berada di lokasi lain.” kata Aka.
Dia juga menjelaskan, bahwa Dinas Kominfotik NTB selaku wali data tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga kualitas data. Kolaborasi antara produsen data, wali data, pembina data, serta seluruh perangkat daerah menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem "NTB Satu Data".
Selain itu Halik menyampaikan apresiasi kepada Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB atas pembinaan, pendampingan, dan kontribusinya dalam penguatan statistik sektoral di NTB.
Apresiasi juga diberikan kepada seluruh perangkat daerah, khususnya pengelola data, serta mitra pembangunan SKALA yang turut mendukung penguatan tata kelola NTB Satu Data.
“Apa yang kita miliki hari ini bukanlah hasil kerja satu institusi. Ini adalah hasil dari kerja bersama," ujarnya.Berikut adalah kelanjutan dari siaran pers Pemerintah Provinsi NTB mengenai kegiatan Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Produsen Data:
Peningkatan Indeks Satu Data NTB Menjadi 81 Poin
Pria yang akrab disapa Aka tersebut menjelaskan bahwa penguatan kapasitas produsen data ini menjadi bagian penting dalam menyukseskan ekosistem NTB Satu Data. Berkat kolaborasi yang kuat antara produsen data, wali data, pembina data, dan seluruh perangkat daerah, saat ini Indeks Satu Data Indonesia Provinsi NTB berhasil naik menjadi 81 poin, meningkat cukup signifikan dari capaian sebelumnya yang berada di kisaran 75 poin.
Selain itu, ia memaparkan bahwa saat ini sekitar 830 data sektoral Pemprov NTB telah berhasil dikoordinasikan dan terintegrasi dengan Kementerian Dalam Negeri.
Data Akurat untuk Kebijakan Tepat Sasaran
Lebih lanjut, Kepala Dinas Kominfotik NTB menegaskan bahwa kebijakan yang diambil oleh pimpinan daerah tidak boleh berjalan berdasarkan asumsi. Setiap kebijakan strategis—mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, sosial, hingga infrastruktur—harus bertumpu pada data yang akurat agar program pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan riil masyarakat.
“Data yang baik akan menghasilkan informasi yang baik. Informasi yang baik akan membantu kita mengambil keputusan yang lebih tepat. Karena itu, data harus memenuhi sejumlah prinsip utama: benar, akurat, lengkap, konsisten, memiliki definisi yang jelas, serta dapat dipertanggungjawabkan,” terang Aka.
Membangun Budaya Kerja Berbasis Bukti
Sementara itu, Kepala Bidang Statistik Dinas Kominfotik NTB, Anugerah Fajar Fahrurazie, menambahkan bahwa data mentah yang tersedia harus mampu diolah menjadi produk informasi yang menarik dan mudah dipahami oleh publik maupun pengambil kebijakan.
Untuk mencapai target tersebut, kegiatan Bimtek yang diselenggarakan pada 1 Oktober 2026 ini menghadirkan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB bersama tim teknis bidang statistik sebagai narasumber dan fasilitator. Selama pelatihan, para pengelola data dibekali dengan berbagai materi esensial, mulai dari literasi statistik, teknik dasar statistika dalam visualisasi data, konsep penyusunan infografis, hingga lokakarya pengolahan data sektoral melalui grafik, diagram, dan peta.
Melalui peningkatan kapasitas ini, Pemerintah Provinsi NTB berharap para peserta dapat langsung mengimplementasikan ilmu yang didapat di instansi masing-masing.
Fokus utamanya adalah melakukan perbaikan kualitas data langsung dari sumbernya, demi mewujudkan satu pemahaman, satu standar, satu komitmen, dan satu semangat untuk kemajuan Nusa Tenggara Barat. (Diskominfotik)
[gmc/adv/ikp/desk/red]
Copyright @2025 - 2026 GetarMerdeka.com, Partnertsite. All right reserved.


