Jum'at Berkah: Tabir Cahaya Masa Kecil
Media Online Digital | Jum'at, 25/09/2026 | 10:11 WIB | NEWS
Reporter: Getar Merdeka Red IT: Firman Wage PrasetyoJUM'AT BERKAH - "Ada cahaya yang tidak pernah padam, meski kita sudah dewasa, sudah jauh merantau, sudah punya luka dimana-mana. Cahaya itu namanya Masa Kecil." Copyright © 2026 Shutterstock, GetarMerdeka.com, Partnertsite. All right reserved.
*Oleh: Rony Firmansyah [Firman Wage Prasetyo]*
_Journalist Freelance dan Pendekar Pena Matahari_Mataram, GetarMerdeka.com — Hari ini Jum'at. Hari yang paling berkah. Saya duduk di Mataram, di antara bising notifikasi SainSmart dan video TikTok, tiba-tiba tabir itu terbuka kembali. Saya ingat masa kecil saya. Tidak punya apa-apa, tapi merasa punya segalanya.
Pagi-pagi buta, Ibu sudah bangun. Bau nasi hangat. Suara adzan Subuh dari masjid kampung yang serak-serak speakernya, tapi justru itu yang paling merdu. Kita mandi pakai air dingin yang menggigil, tapi hati kita panas penuh semangat mau berangkat sekolah, mau mengaji.
Jum'at dulu beda. Jum'at dulu wangi. Semua orang pakai baju koko paling bagus, pakai peci yang agak kebesaran. Bapak-bapak jalan kaki ke masjid sambil gandeng anaknya. Kotak amal keliling, dan kita memasukkan recehan 100 perak dengan rasa bangga seperti menyumbang satu istana.
Tabir cahaya masa kecil itu mengajarkan kita 3 hal yang hari ini kita lupakan:
*1. Bahagia Itu Sederhana.*
Dulu bahagia cukup dengan kelereng, layangan putus, dan es mambo. Tidak perlu viral, tidak perlu FYP, tidak perlu validasi dari orang asing. Bahagia kita autentik.
*2. Berkah Itu Bukan Banyaknya Harta, Tapi Tenangnya Hati.*
Jum'at Berkah bukan tentang siapa yang paling banyak sedekahnya diposting di Facebook. Jum'at Berkah adalah tentang siapa yang masih ingat mendoakan orang tuanya setelah sholat, diam-diam, tanpa kamera.
*3. Cahaya Masa Kecil Adalah Kompas.*
Ketika dunia dewasa ini terasa gelap, penuh investasi bodong, tambang yang rewind, dan politik yang bising, kembalilah ke cahaya itu. Ingat anak kecil yang dulu tidak pernah iri, tidak pernah dengki, yang memaafkan temannya 5 menit setelah berantem.
LIVE STREAMING TV DIGITAL INDONESIA
Jum'at ini, mari kita buka kembali tabir itu.
Peluk masa kecilmu. Maafkan dirimu yang dulu. Dan berterimakasihlah, karena anak kecil itulah yang masih menjaga kita tetap menjadi manusia sampai hari ini.
Selamat Jum'at Berkah untuk semua Pendekar Pena Matahari dimanapun berada.
Mataram, Jum'at 26 September 2026[gmc/desk/red]
Copyright @2025 - 2026 GetarMerdeka.com, Partnertsite. All right reserved.
