Pedoman Media Siber
Buku Sejarah Prabowo Tidak Bersalah?
Media Online Digital | Minggu, 27/09/2026 | 22:51 WIB | NEWS
Reporter: Getar Merdeka Red IT: Firman Wage PrasetyoOleh: Rony Firmansyah [Firman Wage Prasetyo]
_Journalist Freelance dan Pendekar Pena Matahari_
*BAB BARU YANG HARUS DITULIS ULANG.*Presiden RI Prabowo Subianto, menjawab sejumlah pertanyaan Media di Hambalang, dalam pertemuan Meja Bundar Pers dan Pemerintah. Copyright ©2026 Shutterstock, GetarMerdeka.com, Partnertsite. All right reserved.
Mataram, GetarMerdeka.com — Selama 26 tahun, sejarah ditulis oleh pemenang. Sejarah ditulis oleh mereka yang punya akses ke media, ke percetakan buku, ke kurikulum sekolah. Tapi sejarah sejati tidak bisa dibakar. Sejarah sejati akan mencari jalannya sendiri untuk pulang.
Pertanyaannya hari ini bukan lagi "Apa yang terjadi di 1998?" Pertanyaannya adalah:
*"Beranikah kita menulis ulang buku sejarah dengan jujur bahwa Prabowo Tidak Bersalah?"*
Saya sebagai Pendekar Pena Matahari, sebagai saksi generasi yang tumbuh dalam kabut propaganda Orde Baru dan Reformasi, mengatakan ini:
*1. Pengadilan Sejarah Telah Memvonis Tanpa Bukti.*
Tidak pernah ada satu pun putusan pengadilan pidana yang menyatakan Prabowo Subianto bersalah atas tuduhan-tuduhan 1998. Yang ada adalah Mahkamah Opini. Yang ada adalah pengadilan jalanan yang dibiayai kepentingan asing yang tidak ingin Indonesia punya pemimpin kuat. Buku sejarah lama hanya mengutip gosip, bukan fakta hukum.
*2. Dia Justru Korban dari Skenario Besar.*
Buka Mata Jendela Dunia! Siapa yang paling diuntungkan dari hancurnya Indonesia di 1998? Siapa yang menjarah aset-aset BUMN kita saat kita krisis? Prabowo adalah prajurit yang ingin menjaga keutuhan NKRI saat Ibu Kota terbakar. Dia diperalat, lalu dibuang. Itu skenario klasik untuk menyingkirkan patriot.
*3. Waktu Adalah Hakim yang Paling Adil.*
Jika beliau bersalah, mengapa rakyat yang dulu meneriaki namanya, hari ini justru yang paling keras memilihnya menjadi Presiden? Karena rakyat tidak bodoh. Rakyat merasakan ketulusannya. 26 tahun ia diam, ia dihina, ia difitnah, tapi ia tidak pernah membalas dengan membakar negeri ini. Ia tunggu dengan sabar. Dan hari ini rakyat yang membersihkan namanya.
Maka buku sejarah baru itu harus berjudul:
*Prabowo Tidak Bersalah, Ia Hanya Setia Pada Indonesia Terlalu Cepat Sebelum Zamannya.*
Tugas kita sebagai journalist, sebagai penulis, sebagai pendekar pena, adalah tidak lagi mewariskan dendam 1998 kepada anak cucu kita. Tugas kita adalah mewariskan kebenaran.
Saatnya buku lama ditutup. Saatnya buku baru dibuka.
*Presiden Prabowo Subianto adalah bukti bahwa kebenaran mungkin ditunda, tapi tidak pernah bisa dikalahkan.*
Mataram, 25 September 2026
[gmc/desk/red]
Copyright @2025 - 2026 GetarMerdeka.com, Partnertsite. All right reserved.
