Follow Us

|
JADWAL SHOLAT Subuh 04:40:55 WIB | Dzuhur 11:59:10 WIB | Ashar 15:19:22 WIB | Magrib 17:52:17 WIB | Isya 19:04:59 WIB
BERITA UTAMA

Menuju April 2027: Pemprov NTB Buka Data Stunting, Genjot Intervensi Taktis di Zona Merah Demi Transparansi Publik

Media Online Digital | Jum'at, 30/10/2026 | 23:15 WIB | NEWS
Reporter: Getar Merdeka Red IT: Firman Wage Prasetyo
FOTO: Copyright © 2026 Shutterstock, GetarMerdeka.com Partnertsite. All Rights Reserved.
Mataram, GetarMerdeka.com — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) berkomitmen penuh menerapkan keterbukaan informasi publik dalam penanganan stunting. Berdasarkan data evaluasi Triwulan II Tahun 2026, Provinsi NTB mencatatkan keberhasilan makro dengan menekan prevalensi stunting hingga 12,5%. Angka capaian ini menempatkan NTB jauh melampaui target nasional yang ditetapkan sebesar 17,2%, sekaligus melampaui target jangka panjang daerah sebesar 20,2%.
Kendati mencetak rapor hijau di tingkat provinsi, Pemprov NTB memilih bersikap transparan dan menolak terlena. Data mikro menunjukkan adanya paradoks ketimpangan wilayah yang nyata. Saat ini, masih terdapat tiga daerah yang berada di "Zona Merah" dengan angka prevalensi di atas rata-rata provinsi, yaitu Kabupaten Lombok Timur (19,38%), Kabupaten Lombok Utara (12,55%), dan Kabupaten Bima (12,05%).
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi NTB, Baiq Nelly Yuniarti, M.Si, menegaskan bahwa sukses sejati NTB baru akan terwujud jika tidak ada lagi daerah yang tertinggal di zona merah. Pemprov NTB kini menghadapi hitung mundur (countdown) krusial menuju target Survei Gizi Nasional pada April 2027.
"April 2027 adalah tenggat waktu taruhan kita bersama. Kami membuang jauh-jauh ego sektoral. Sisa waktu beberapa bulan ini akan kami optimalkan untuk melakukan aksi 'kejar tayang' intervensi taktis dan integrasi anggaran secara transparan di 40 desa berdaya yang menjadi lokus utama," ujar Baiq Nelly Yuniarti.
Guna memastikan akuntabilitas program, Pemprov NTB mendorong sinkronisasi penuh lintas sektor. Kerja kolektif ini melibatkan Bappeda dalam pengawalan anggaran, Dinas Kesehatan untuk intervensi nutrisi spesifik, DP3AP2KB dalam edukasi pola asuh keluarga, serta Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk percepatan penyediaan infrastruktur air bersih dan sanitasi layak di kantong-kantong stunting.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, dr. Lalu Hamzi Fikri, MM, MARS, menyatakan keterbukaan data posyandu dan puskesmas menjadi kunci agar intervensi berjalan presisi. "Penurunan stunting di sisa waktu menuju April 2027 ini membutuhkan pengawasan publik. Logistik pemberian makanan tambahan (PMT) serta akurasi alat ukur di lapangan terus kami audit agar target pembersihan zona merah benar-benar tercapai," tegas dr. Lalu Hamzi Fikri.
Melalui rilis ini, Pemprov NTB membuka pintu seluas-luasnya bagi masyarakat, akademisi, dan media massa untuk ikut serta mengawasi, memantau, dan mengawal jalannya program di 40 desa berdaya tersebut demi masa depan generasi Bumi Gora yang bebas stunting.
Kolaborasi Lintas Sektor:
Kunci NTB Lampaui Target Penurunan Stunting Jangka Panjang
Apresiasi besar untuk Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Provinsi NTB yang berhasil mencatatkan angka stunting makro sebesar 12,5% di triwulan II-2026. Angka ini membuktikan efektivitas program daerah yang berhasil melewati target nasional (17,2%).
Kendati demikian, tantangan nyata masih ada di tingkat mikro. Kepala Bappeda NTB, Baiq Nelly Yuniarti, mengingatkan bahwa sisa waktu menuju survei gizi nasional April 2027 harus dimanfaatkan untuk intervensi taktis berbasis data detail, khususnya di wilayah dengan prevalensi tinggi seperti Lombok Timur (19,38%).
Melalui integrasi logistik, pemantauan gizi, dan sanitasi di 40 desa berdaya, Pemprov NTB optimis target penurunan yang merata dapat dicapai secara kolektif.
CATATAN REDAKSI (EDITORIAL NOTES)
1. Fokus Isu Utama: Paradoks Sukses Makro vs Realita Mikro
Sudut Pandang Pemberitaan: Media disarankan menyoroti kontras yang positif namun menantang. Secara provinsi (makro), NTB sukses besar menekan stunting hingga 12,5% (melampaui target nasional 17,2%). Namun, secara mikro, ketimpangan antarwilayah masih nyata. Fokuskan berita pada “pemberantasan kantong-kantong stunting di zona merah.”
Narasi Kunci: Keberhasilan NTB tidak boleh membuat terlena karena Lombok Timur masih berada di angka 19,38%. Sukses sejati NTB baru tercapai jika tidak ada daerah yang tertinggal di zona merah.
2. Tenggat Waktu Krusial (The April 2027 Countdown)
Media perlu menekankan aspek urgensi waktu. Pernyataan Kepala Bappeda mengenai April 2027 sebagai momentum survei gizi nasional adalah tenggat waktu krusial (deadline) bagi TPPS NTB.
Gunakan sudut pandang “kejar tayang” atau “perlombaan dengan waktu” selama sisa bulan menuju April 2027 untuk melihat seberapa efektif intervensi taktis Pemprov NTB di 40 desa berdaya.
3. Pemantauan Implementasi Lintas Sektor (Kolaborasi vs Ego Sektoral)
Soroti penegasan Baiq Nelly Yuniarti mengenai pentingnya kerja kolektif. Redaksi dapat mengembangkan jurnalisme investigatif atau mendalam (indepth) mengenai bagaimana sinkronisasi anggaran dan program antara Bappeda, Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), serta Dinas Pekerjaan Umum (terkait sanitasi dan air bersih).
4. Data Grafis Pendukung untuk Media Pembuat Infografis Untuk memudahkan visualisasi data oleh redaksi/editor grafis, berikut struktur data yang dapat ditampilkan dalam breaking news atau media sosial:
Rapor Makro NTB 2026 (Triwulan II): 12,5% (Target Nasional: 17,2% | Target Jangka Panjang NTB: 20,2%) -> Status: Melampaui Target.
3 Daerah Prevalensi Stunting Tertinggi di NTB (Zona Merah):
Kabupaten Lombok Timur: 19,38%
Kabupaten Lombok Utara: 12,55%
Kabupaten Bima: 12,05%
5. Kontak Informasi & Sumber Foto resmi
Narasumber: Kepala Bappeda Provinsi NTB (Baiq Nelly Yuniarti, M.Si) / Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB (dr. Lalu Hamzi Fikri, MM, MARS).
Atribusi Foto: Dok. Dinas Kominfotik NTB / TPPS NTB 2026.
TAGS:
#Stunting #NTB #LombokTimur #KesehatanNasional #PublicHealth #StuntingReduction #SustainableDevelopment #NTB2026 #Bappeda #GovernmentCollaboration
[gmc/desk/ikp/KominfotikNTB/red]
SHARE
Copyright © 2025 - 2026 GetarMerdeka.com Partnertsite. All Rights Reserved.